Apa yang Membuatmu Orgasme?

Bagi kalian yang memutuskan untuk mengklik link blog-ku dan akhirnya membaca artikel ini, aku tahu apa ekspektasi kalian. Mungkin kalian akan mengira bahwa aku akan membahas berbagai varian fetish unik yang tak disangka-sangka dapat membuat seseorang muncrat sejadi-jadinya. Tapi mengingat pembahasan mengenai topik tersebut lumayan seru, sepertinya lebih baik bila dibahas langsung secara tatap muka plus ditemani sebotol bir, supaya lebih afdol kata orang.

Jadi pada kesempatan kali ini aku ingin membicarakan mengenai apa saja hal-hal, di luar salah satu kebutuhan dasar manusia tadi, yang dapat membuatmu orgasme sejadi-jadinya demi kesenangan pribadi untuk sekedar melupakan betapa hebatnya negeri kita -serta masyarakatnya- ini.

Continue reading

Manusia: Produk Gagal (tuhan) Semesta

1d5b228bb4161141aa2923ea2b24b6a6_red-x-clipart-best-red-x-clip-art_512-439

Kemarin Ahok dituduh menista agama X oleh kaum agama tersebut. Para pro Ahok pun segera pasang badan untuk membelanya. Akhir-akhir ini, seorang Habib dari salah satu ormas yang dikenal barbaric sedang menghadapi banyak tuntutan atas beberapa pernyataan yang dia lontarkan. Mayoritas dari para pendukung Ahok yang kemarin kelelahan membela pujaannya tiba-tiba kebanjiran dopamin dan adrenalin. Sekarang giliran mereka yang bersemangat untuk menjebloskan sang Habib ke penjara. “Counter Attack!”, seru mereka.

Sudahlah, akui saja. Kita sebagai manusia adalah produk gagal dari (tuhan) semesta.

Kita terlalu naif dengan mengatakan “Cinta damai”, padahal gampang orgasme bila melihat seseorang/kelompok satu agama, satu ras dan satu golongan diserang oleh kubu seberang.

Kita terlalu munafik dengan mengatakan “Ah begitu aja dipermasalahkan”, bila yang menjadi korban adalah pihak yang se-identitas kita.

Kita terlalu buta dengan mengatakan “Agama X itu mengajarkan kekerasan”, sementara kita sendiri mudah naik pitam dan menghujat ketika kepentingan kaumnya dirugikan.

Sekali lagi, akui saja, kita adalah produk gagal dari (tuhan) semesta.

Selama kategorisasi berdasarkan identitas tetap hidup di muka bumi ini, aku rasa damai hanyalah ide utopis belaka. Lagipula merupakan sebuah megaproyek maha mustahil untuk menghapus kotak dan sekat pada populasi manusia. Manusia tetaplah manusia, yang dilahirkan ke dunia berikut satu set sifat egois, arogan, dan chauvinis.

Ntah kenapa masih ada saja orang yang semangat menikah dan memiliki anak. Memangnya kalian pikir bumi (dengan segala perangai penghuninya) ini masih layak untuk dihuni?

-dRS-

Protes dan Ego

Semua orang bisa protes tanpa memandang waktu dan tempat. Coba saja iseng pergi ke sembarang tempat. Selama perjalanan menuju tempat yang kita mau, pasti ada saja hal yang membuat gerah lalu tanpa sadar kita memprotesnya. Ternyata memprotes dan mengumpat kesal merupakan hal yang tingkat kesulitannya mendekati 0 alias (selalu) sangat mudah.

Continue reading

Dunia Anak Kecil, Dunia Imajinya Orang Dewasa

Srrrrrrrrrrttttttttttt!!!!“, suara gesekan roda sepeda Alya dengan jalan akibat direm mendadak.

Hei teman ini aku ada jajan minuman lohh!!”, seru Alya setengah berteriak kepada Farah, Azka, Bilal dan Fariz yang sedang duduk di pinggir jalan. “Nih bagi-bagi yaaaa..“.

Wahh mau… mauu..!!!“, terdengar suara 4 anak senasib se-kehausan berpadu

Makasih Alyaaa!“, tukas mereka kemudian sambil merangkul Alya tanpa rasa segan.

Continue reading

Kebiasaan Absurd di Sekitar Kita

horse-cart

Di keseharian kita senantiasa (merasa) melakukan segala sesuatu dengan normal seperti yang lazim dilakukan oleh banyak orang. Tapi kalau dicermati, ternyata banyak juga tindakan kita yang aneh, unik dan gak masuk akal.

Apa sajakah itu? Berikut merupakan 9 tindakan konyol yang sudah dirangkum oleh redaksi G-Spot untuk anda para pembaca budiman.

Continue reading

Etika Nongkrong?

Siapa sih yang tidak bersetubuh sekaligus setuju kalau nongkrong atau ngopi bareng -di akhir bulan berubah nama jadi ngopi segelas bareng- merupakan salah satu dari sekian banyak rekreasi yang menyenangkan. Tentu saja makna “menyenangkan” di sini memiliki arti yang berbeda-beda bagi tiap individu. Ada yang bilang menyenangkannya itu karena bisa puas bergosip tentang probabilitas seorang teman mengunci kamarnya ketika membawa sang pacar ke kosan. Ada yang bilang nongkrong itu menyenangkan karena bisa jadi wadah meet up dan chit chat segudang topik dengan kawan baru,  kawan lama atau kawan baru stok lama. Dan ada pula yang mengatakan nongkrong itu seru karena merupakan aktivitas hibrida dari bertemu teman/relasi dan “me-laundry” mata.

Continue reading